Halmahera Barat — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Kamis (20/11/2025) pukul 13.19.56 WIT. Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki magnitudo update M5,1 dan dipastikan tidak menimbulkan ancaman tsunami.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Gede Eriksana Yasa, SP.
Menurut data resmi BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,60° LU dan 127,12° BT, berjarak sekitar 59 kilometer barat laut Halmahera Barat. Gempa terjadi pada kedalaman 113 kilometer, sehingga dikategorikan sebagai gempa menengah.
BMKG menjelaskan bahwa guncangan ini dipicu oleh deformasi batuan pada slab Lempeng Laut Maluku (intra-slab) yang tengah tersubduksi ke bawah Pulau Halmahera. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan mendatar naik (oblique thrust) yang memicu terjadinya getaran.
Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di beberapa daerah:
Naha, Halmahera Barat, dan Bitung merasakan intensitas III MMI, dengan getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai getaran truk besar yang melintas.
Ternate merasakan intensitas II MMI, ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung dan sebagian warga merasakan getaran halus.
Tidak Berpotensi Tsunami dan Belum Ada Susulan
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan.
“Hingga pukul 13.40 WIT, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock),” ujar Gede Eriksana Yasa, SP, dalam rilis resminya.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan selalu mengacu pada kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi. Informasi ini diterima infomalut.id melalui rilis resmi Stasiun Geofisika Ternate.
Tim/red









