Tak Mampu Tampung Pasien, Warga Minta Pemda Prioritaskan Gedung Baru Puskesmas Bisui”

Wednesday, 20 May 2026 - 04:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL — Kondisi UPTD Puskesmas Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, dinilai sangat memprihatinkan. Warga mengeluhkan fasilitas serta kondisi ruangan pelayanan yang sudah tidak layak digunakan untuk menampung pasien rawat jalan. Keluhan terutama datang dari ibu hamil dan pasien persalinan yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, baik pemeriksaan kehamilan maupun layanan persalinan di Puskesmas Bisui.

Mereka menilai sarana dan prasarana kesehatan di puskesmas tersebut sudah tidak memadai sehingga dapat mengganggu kenyamanan serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah perbaikan terhadap fasilitas Puskesmas Bisui agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih maksimal dan layak bagi masyarakat.

Akibat keterbatasan ruang, banyak pasien terpaksa antre dan menunggu di halaman puskesmas karena ruangan yang ada tidak mampu menampung jumlah pasien yang datang untuk berobat. Kondisi tersebut membuat pasien merasa tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan kesehatan.

Salah satu pasien yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhannya kepada awak media saat meninjau langsung lokasi puskesmas pada, Rabu (20/05/2026).

Ia mengatakan bahwa fasilitas ruangan di Puskesmas Bisui sudah tidak layak digunakan karena pasien kesulitan mendapatkan tempat duduk untuk beristirahat sambil menunggu giliran pemeriksaan.

“Bangunan ini ruangannya sempit. Kalau tong datang berobat, sebagian harus tunggu di luar atau pulang dulu baru kembali lagi. Karena tidak ada tempat duduk untuk istirahat sambil menunggu pemeriksaan. Keluarga pasien juga harus menunggu di luar. Ini sangat mengganggu dan membuat kondisi sakit tambah parah,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang ditemui jurnalis di lokasi. Mereka menilai kondisi bangunan puskesmas sudah tidak layak dan seharusnya pemerintah daerah segera membangun fasilitas baru.

Warga menyebutkan bahwa sejak puluhan tahun lalu bangunan puskesmas tersebut belum pernah mendapatkan renovasi besar maupun pembangunan gedung baru, meskipun telah beberapa kali terjadi pergantian kepala UPTD Puskesmas Bisui.

“Yang diganti hanya kepala puskesmas, tetapi bangunannya tidak pernah diperhatikan pemerintah daerah maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat juga membandingkan kondisi Puskesmas Bisui dengan beberapa puskesmas lain di wilayah Halmahera Selatan, seperti Puskesmas Saketa dan Puskesmas Mafa, yang dinilai memiliki bangunan lebih besar, luas, dan nyaman bagi pasien maupun keluarga pengantar.

Menurut warga, pelayanan tenaga kesehatan di Puskesmas Bisui sebenarnya sudah cukup baik dan ramah dalam menangani pasien. Namun keterbatasan ruangan menjadi persoalan utama yang hingga kini belum mendapat perhatian serius.

“Pelayanan kesehatan sebenarnya bagus, petugas juga ramah. Tapi ruangannya sempit dan tidak mampu menampung pasien dari dalam maupun luar desa. Akhirnya banyak pasien harus duduk dan berdiri di luar sambil menunggu,” kata warga lainnya.

Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Dinas Kesehatan segera memprioritaskan pembangunan gedung baru untuk UPTD Puskesmas Bisui.

Mereka juga menyampaikan bahwa pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih satu hektare di depan jalan lintas untuk pembangunan puskesmas baru yang dinilai lebih layak dan strategis. Selain itu, warga mengusulkan agar bangunan puskesmas lama nantinya dapat difungsikan sebagai rumah dinas dokter maupun tenaga kesehatan yang berasal dari luar daerah dan bertugas di Desa Bisui.

Terpisah, saat awak media melakukan konfirmasi melalui telepon via WhatsApp serta mengirimkan rilisan berita kepada Ibu Asniar Taufik selaku Kepala UPTD Puskesmas Bisui, ia menjelaskan bahwa terkait fasilitas ruangan memang benar sering tidak memenuhi standar karena kapasitas ruangan yang tidak memadai saat pasien datang berobat, terutama ibu hamil maupun anak balita, baik dari Desa Bisui maupun desa-desa di sekitarnya.

Begitu juga dengan ruangan tempat penampungan obat maupun pengambilan obat yang masih sangat kecil, sehingga pasien harus antre dan duduk di depan puskesmas karena kapasitas ruangan tidak mencukupi.

Di akhir penjelasannya, ia menambahkan bahwa terkait dengan pembangunan tersebut tentu membutuhkan dukungan anggaran. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis karena permohonan pengusulan kepada Pemerintah Daerah maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan telah dilakukan dan kini tinggal menunggu waktu untuk diprioritaskan.

Kepala UPTD puskesmas menambahkan juga keinginan untuk menghadirkan inovasi dalam pelayanan, seperti penyediaan ruang menyusui, ruang bermain anak, serta ruangan khusus untuk senam ibu hamil atau kelas ibu hamil.

Namun, semua itu membutuhkan bangunan dan fasilitas yang memadai agar pelayanan dapat berjalan dengan baik dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami juga berharap agar hal ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga Puskesmas Bisui bisa mendapatkan bangunan baru. Apalagi lokasi untuk pembangunan puskesmas sudah disiapkan oleh pihak desa, kurang lebih seluas satu hektare,” tutup Asniar.

 

Pimred SM

Berita Terkait

Kantor Desa Sepi, Pagar Roboh, Lampu Tak Berfungsi: Warga Tuntut Kades Tanjung Jere Diberhentikan Oleh Bupati
Kebebasan Pers Dipertanyakan, Wartawan Dilaporkan Usai Soroti Pelayanan RS Pratama Bisui
Dugaan Pembiaran Pasien Kritis di Halsel, LBH Ansor Soroti Tanggung Jawab Rumah Sakit
Direktur RS Pratama Bisui Bantah Tudingan Abaikan Pasien Muntah Darah, Tegaskan Pelayanan Sudah Sesuai Prosedur
Diduga Abaikan Pasien Darurat, Direktur RS Pratama Bisui Malah Laporkan Korban ke Polisi
Kepsek SD Negeri 173 Belum Penuhi Panggilan Kadis Pendidikan Halsel, Warga Pertanyakan Keseriusan Klarifikasi
Klarifikasi Kades Kebun Raja Tak Redam Kecurigaan Warga soal Dana Desa
Pasien Diduga Ditolak Saat Muntah Darah di RS Pratama dan Puskesmas Bisui, Keluarga Kecewa Pelayanan Medis
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 23 May 2026 - 06:58

Kantor Desa Sepi, Pagar Roboh, Lampu Tak Berfungsi: Warga Tuntut Kades Tanjung Jere Diberhentikan Oleh Bupati

Wednesday, 20 May 2026 - 04:18

Tak Mampu Tampung Pasien, Warga Minta Pemda Prioritaskan Gedung Baru Puskesmas Bisui”

Tuesday, 19 May 2026 - 02:07

Kebebasan Pers Dipertanyakan, Wartawan Dilaporkan Usai Soroti Pelayanan RS Pratama Bisui

Monday, 18 May 2026 - 09:43

Dugaan Pembiaran Pasien Kritis di Halsel, LBH Ansor Soroti Tanggung Jawab Rumah Sakit

Sunday, 17 May 2026 - 14:39

Direktur RS Pratama Bisui Bantah Tudingan Abaikan Pasien Muntah Darah, Tegaskan Pelayanan Sudah Sesuai Prosedur

Berita Terbaru