HALMAHERA SELATAN – Masyarakat Desa Sidanga, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, menggelar tahlilan bersama dalam rangka memperingati peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kamis (15/01/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Furqan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga Pemerintah Desa Sidanga.
Sejak sore hari, warga berbondong-bondong mendatangi masjid untuk mengikuti rangkaian doa dan tahlilan berjamaah. Suasana religius begitu terasa ketika lantunan zikir dan doa dipanjatkan bersama sebagai bentuk penghormatan dan penghayatan terhadap salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam.
Selain tahlilan, kegiatan tersebut juga diisi dengan tradisi penyajian makanan dan minuman yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Sidanga. Tradisi ini dimaknai sebagai wujud kebersamaan, rasa syukur, serta sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Isra dan Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW di tengah masa duka, setelah wafatnya istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib yang selama ini menjadi pelindung dan pendukung dakwah beliau. Isra adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsha menuju langit tertinggi untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW juga menjadi imam sholat bagi para nabi sebelumnya, yang menegaskan kedudukan beliau sebagai pemimpin umat dan penerus risalah para nabi. Peristiwa Isra dan Mi’raj inilah yang kemudian melahirkan kewajiban sholat lima waktu bagi seluruh umat Islam hingga saat ini.
Tokoh agama setempat menyampaikan bahwa peringatan Isra dan Mi’raj bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan dan kecintaan umat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita diajak untuk kembali memahami sejarah Islam, meneladani perjuangan Nabi, serta mengamalkan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Masyarakat Desa Sidanga berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus dilaksanakan, tidak hanya pada peringatan Isra dan Mi’raj, tetapi juga pada hari-hari besar Islam lainnya. Dengan demikian, nilai-nilai spiritual, persatuan, dan kebersamaan dapat terus terjaga di tengah kehidupan bermasyarakat.
(FANDI)









