TERNATE__Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah menggelar kajian tematik dengan tema Telaah Lima Isu Prioritas RPJMD Kota Ternate 2025–2029. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, yang secara langsung mempresentasikan arah dan substansi RPJMD Kota Ternate.
Dalam pemaparannya, Thamrin Marsaoly menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan akumulasi dari visi dan misi kepala daerah yang disinergikan dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). RPJMD menjadi dokumen strategis yang menentukan arah kebijakan pembangunan daerah dalam jangka menengah.
Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus dalam RPJMD Kota Ternate 2025–2029, yakni pembangunan infrastruktur wilayah yang merata dan berkelanjutan, pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan, reformasi birokrasi serta tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Thamrin juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap penyusunan RPJMD. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak harus menjadi hambatan. Menurutnya, dengan perencanaan yang tepat dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal, efisiensi justru dapat menjadi peluang untuk menciptakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam sesi diskusi, HMI Cabang Ternate menyampaikan berbagai pertanyaan dan kritik terkait persoalan pembangunan daerah. Isu yang diangkat mulai dari ketimpangan infrastruktur hingga persoalan suprastruktur pemerintahan yang dinilai masih menjadi masalah mendasar di Kota Ternate. Salah satu sorotan utama HMI adalah persoalan penanganan sampah yang hingga kini dinilai belum berjalan secara maksimal dan masih menjadi problem serius bagi masyarakat.
Di akhir kajian, Kepala Bappelitbangda menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pihak dalam perencanaan pembangunan kota. Ia juga membuka ruang bagi HMI Cabang Ternate untuk terlibat secara langsung dalam Musrenbang komunitas, sebagai wadah agar hasil diskursus dan gagasan kritis HMI dapat tersalurkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Kesempatan tersebut disambut baik oleh Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Yusril Buang. Ia menegaskan bahwa HMI Cabang Ternate siap berkontribusi secara maksimal dalam Musrenbang komunitas. Menurutnya, ruang-ruang partisipatif seperti ini menjadi jembatan penting bagi HMI untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bappelitbangda Kota Ternate atas keterbukaan dan kesempatan yang diberikan.
Sebagai penutup, Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ternate menyerahkan policy brief atau rekomendasi kebijakan kepada pihak Bappelitbangda. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat disesuaikan dan diperjuangkan dalam penyusunan serta implementasi RPJMD Kota Ternate 2025–2029, agar pembangunan daerah benar-benar berpihak pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
TIM/RED









