Makassar — Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi dan Monitoring Dokumen Teknis Pembangunan Revitalisasi Regional 3 Sekolah Luar Biasa (SLB) seluruh Indonesia resmi digelar di Kota Makassar dengan melibatkan perwakilan dari berbagai provinsi. Dalam kegiatan tersebut, Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang hadir dengan mengutus tujuh SLB yang masuk dalam program revitalisasi tahun berjalan.
Adapun tujuh SLB dari Maluku Utara yang mengikuti kegiatan ini yaitu:
1. SLB Negeri Labuha
2. SLB Negeri Tobelo
3. SLB Negeri Morotai
4. SLB Negeri Sasa Ternate
5. SDLB Negeri Ternate
6. SLB Negeri Weda
7. SLB Negeri Subaim

Kegiatan rakor yang berlangsung di Makassar ini bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dokumen teknis pembangunan revitalisasi SLB, sekaligus memonitor kesesuaian rencana teknis dengan kebutuhan faktual di lapangan. Program revitalisasi SLB sendiri merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan sarana prasarana pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, perwakilan penyelenggara menegaskan pentingnya koordinasi yang matang antara pemerintah pusat, daerah, serta satuan pendidikan agar proses revitalisasi berjalan tepat waktu dan tepat mutu.
“Evaluasi dokumen teknis ini sangat penting untuk memastikan setiap SLB mendapatkan dukungan pembangunan sesuai kebutuhan riil dan standar layanan pendidikan khusus,” ungkapnya.
Para peserta dari tujuh SLB di Maluku Utara mengikuti berbagai sesi materi, mulai dari penelaahan dokumen teknis, pemutakhiran data sarana prasarana, strategi penyusunan rencana pembangunan, hingga diskusi pemecahan masalah terkait kendala geografis dan teknis yang sering dihadapi di daerah.
Kehadiran tujuh SLB ini menunjukkan komitmen Maluku Utara dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan khusus. Setiap perwakilan sekolah memberikan laporan dan masukan mengenai kebutuhan revitalisasi, mulai dari ruang belajar, fasilitas terapi, aksesibilitas, hingga sarana pendukung lainnya.
Kegiatan rakor ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas wilayah serta memastikan pelaksanaan revitalisasi SLB di Regional 3 tetap berjalan sesuai target. Dengan dukungan dan pengawasan yang berkelanjutan, pembangunan sarana prasarana SLB di Indonesia—termasuk di Maluku Utara—diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus.
Tim/red








