TERNATE INFOMALUT.ID – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Reguler di SMP Negeri 10 Kota Ternate tahun anggaran 2025 diperkirakan tidak sepenuhnya sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Rabu 1/7/2026
Dugaan tersebut diungkapkan oleh seorang guru di SMPN 10 Kota Ternate yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, terdapat sejumlah kegiatan yang tercantum dalam RKAS, namun pelaksanaannya diduga tidak menggunakan Dana BOSP sebagaimana yang dianggarkan.

Salah satu item yang disoroti adalah kegiatan pengembangan pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (termasuk P5) dengan nilai anggaran sekitar Rp2.180.000.
“Programnya memang ada, tapi tidak menggunakan Dana BOSP seperti yang tercantum dalam RKAS,” ungkap sumber kepada wartawan.

Selain itu, ia juga mempertanyakan realisasi anggaran pemeliharaan prasarana lahan, bangunan, dan ruangan yang tercatat sebesar Rp9.046.400. Menurutnya, hanya sebagian pekerjaan yang terlihat terealisasi.
“Untuk pemeliharaan infrastruktur memang ada beberapa pekerjaan, tapi ada item seperti pengadaan tripleks yang tidak pernah ada,” ujarnya.

Tak hanya itu, sumber tersebut menyebutkan terdapat sejumlah pos anggaran lain yang diduga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, di antaranya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar sekitar Rp35.543.000, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sekitar Rp54.397.650, pengembangan perpustakaan sekitar Rp15.618.000, standar pengembangan masih sekitar Rp41.232.400, pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah sekitar Rp36.215.600, serta pembayaran langganan air sebesar Rp1.150.000.
Ia berharap instansi yang berwenang, baik Inspektorat, Dinas Pendidikan maupun Aparat Penegak Hukum (APH), dapat melakukan pemeriksaan terhadap realisasi penggunaan Dana BOSP tersebut agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Sementara itu, Kepala SMPN 10 Kota Ternate menjelaskan uang dana BOSP tidak pernah diketahui ia hanya melakukan pencairan kemudian diserahkan kepada bendahara sekolah.
“Uang itu saya tidak mengetahuinya, semua dikelola langsung oleh bendahara saya hanya melakukan pencairan kemudian diserahkan kepada bendahara” simpulnya.
Penulis: Tim
Editor: Aji








