Sofifi– infomalut.id , – Sebuah insiden mengkhawatirkan terjadi di perairan Maluku Utara sore ini. Speedboat CTS 37, yang sedang melayani rute menuju Sofifi dari Ternate, mengalami kebocoran di tengah laut sekitar pukul 15.50 WIT. Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa, meski kejadian ini memicu keresahan warga terkait keselamatan transportasi laut di wilayah tersebut.
Menurut laporan awal yang beredar di media sosial, kebocoran terjadi secara tiba-tiba saat speedboat CTS 37 melaju di perairan terbuka antara Ternate dan Sofifi, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara. Kapal yang membawa puluhan penumpang ini terpaksa berhenti dan meminta bantuan dari kapal-kapal terdekat. Tim Basarnas Ternate dan petugas keselamatan laut setempat langsung dikerahkan untuk proses evakuasi, yang berlangsung lancar tanpa laporan cedera serius.
Insiden ini pertama kali dipublikasikan melalui akun Facebook milik Bayu Putra, seorang warga lokal yang diketahui aktif membagikan informasi transportasi laut di Maluku Utara. Dalam postingannya, Bayu menulis dengan singkat namun mencolok: “Pinda spit, spit bocor!” – yang diduga merujuk pada kebutuhan untuk segera memindahkan penumpang dari speedboat (disingkat “spit”) yang bocor. Postingan tersebut langsung viral di kalangan komunitas nelayan dan penumpang reguler rute Ternate-Sofifi, dengan ratusan komentar menyuarakan kekhawatiran serupa.
Bayu Putra juga menambahkan pernyataan tegas di akun Facebook-nya: “Pastikan spit aman baru berlayar. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Keselamatan penumpang nomor satu!” Ia menekankan bahwa speedboat CTS 37 merupakan salah satu moda transportasi utama bagi warga yang bergantung pada rute penyeberangan harian ini, terutama untuk keperluan dagang dan kunjungan keluarga.
Sementara itu, beberapa penumpang yang selamat menyampaikan keluhan langsung kepada awak kapal dan petugas pelabuhan. Mereka mendesak Syahbandar Pelabuhan Ternate untuk memperketat pengawasan terhadap kondisi kapal-kapal kecepatan sebelum berlayar.
“Kami sudah sering dengar keluhan soal maintenance kapal yang kurang, tapi hari ini nyata-nyata bocor di tengah laut. Syahbandar harus lebih tegas, periksa rutin dan jangan biarkan kapal rusak beroperasi,” ujar salah seorang penumpang yang enggan disebut namanya, saat dihubungi via telepon usai evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak operator speedboat CTS 37 belum merespons secara resmi. Namun, Kepala Kantor Keselamatan dan Pelayaran (Kaspel) Maluku Utara, Budi Santoso, menyatakan bahwa tim investigasi sedang dilakukan untuk menelusuri penyebab kebocoran.
“Kami akan periksa apakah ada kelalaian maintenance atau faktor cuaca. Sementara itu, rute Sofifi-Ternate tetap beroperasi dengan kapal pengganti, tapi penumpang diimbau waspada,” katanya.
Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa di wilayah yang sama, seperti tabrakan speedboat dengan kapal kayu pada Desember 2024, yang juga menewaskan kekhawatiran publik soal infrastruktur transportasi laut. Pemerintah daerah diharapkan segera bertindak untuk meningkatkan standar keselamatan, guna mencegah tragedi yang lebih besar di masa depan.
Update: Basarnas Ternate mengonfirmasi bahwa semua penumpang telah mendarat aman.









