Perbaikan Darurat Jalan Abrasi di Desa Lelei: Gotong Royong Warga Selamatkan Akses Antardusun!

Monday, 10 November 2025 - 02:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan – Hujan deras dan gelombang laut ganas yang mengamuk sejak awal pekan akhirnya memaksa Pemerintah Desa Lelei bertindak cepat! Pada Minggu (9/11/2025), perbaikan jalan utama penghubung Dusun 1 dan Dusun 2 resmi dimulai, menyelamatkan ribuan warga dari isolasi akibat kerusakan parah yang disebabkan abrasi pantai dan cuaca ekstrem.

Bayangkan: Jalan tanah yang biasa dilalui truk pengangkut hasil kebun tiba-tiba berlubang dalam, tergerus ombak hingga nyaris putus! Itulah mimpi buruk yang dialami masyarakat Desa Lelei, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Awal pekan ini, hujan deras disertai gelombang tinggi membuat jalan amblas di beberapa titik. Transportasi hasil pertanian terhambat total, akses ke puskesmas dan pasar pun terancam,” cerita Kepala Desa Lelei, Abjan Armaiyn, dengan nada prihatin.

Tak mau menunggu bencana semakin parah, pemerintah desa langsung menggalang gotong royong massal.

“Kami bersama warga bahu-membahu menimbun lubang dengan tanah urukan dan memperkuat tepi jalan menggunakan batu-batu besar. Ini upaya darurat untuk memastikan jalan bisa dilalui lagi secepatnya,” tambah Abjan, yang salah disebut sebagai Ahmad dalam laporan awal—namun semangatnya tak tergoyahkan!

Aksi heroik ini tak sendirian. Dukungan datang dari Kecamatan Kayoa dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Selatan, yang mengerahkan tim teknis untuk survei lapangan.

“Kami prioritaskan perbaikan ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar salah satu petugas dinas yang enggan disebut namanya.

Rencana jangka panjang pun sudah digarap: Pembangunan talud penahan ombak di zona rawan abrasi akan segera menyusul dalam tahap lanjutan.

“Ini bukan sekadar tambal sulam, tapi investasi untuk mencegah bencana berulang,” tegas Abjan.

Warga pun bersorak gembira.

“Jalan ini nyawa kami! Tanpa itu, kebun kopra dan cengkeh tak bisa dibawa ke pasar. Terima kasih pemerintah desa yang sigap,” ungkap Rahma, ibu rumah tangga dari Dusun 2, sambil tersenyum lebar.

Dengan semangat gotong royong yang membara, akses antardusun diharapkan pulih total dalam hitungan hari. Aktivitas ekonomi Desa Lelei—dari panen petani hingga perdagangan lokal—siap bangkit kembali. Ini bukti nyata: Di tengah ancaman alam, solidaritas masyarakat adalah benteng terkuat!

Tim/red

Follow WhatsApp Channel infomalut.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Loleo Diduga Tinggalkan Tugas Delapan Bulan, LSM KANe Desak Pemda Bertindak
Nelayan Asal Koititi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
Klarifikasi: Irwan Laisuri Bantah Dugaan Pungutan Program Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru, Tegaskan Sejak Awal Program Gratis
Tiang Listrik dari Pohon? Penampakan di Jalan Menuju Desa Suma Tinggi Jadi Sorotan Warga
GMKI Ternate Kecam Dugaan Pungli Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru
Warga Kawasi Klaim Kebun Rusak Akibat Kolam Sedimen Bendungan
Juara 1 JSO IPA Asal SMPN 1 HALSEL Terancam Gagal ke Nasional karena Kendala Biaya, Najlah Berharap Bantuan Pemda Halsel
Ketua BMS Malut Klaim Saksikan Langsung Dugaan Pengeroyokan FL di Mapolres Halsel, Sebut Kantongi Rekaman Video

Berita Terkait

Friday, 3 July 2026 - 05:03

Kades Loleo Diduga Tinggalkan Tugas Delapan Bulan, LSM KANe Desak Pemda Bertindak

Wednesday, 1 July 2026 - 04:24

Nelayan Asal Koititi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

Tuesday, 30 June 2026 - 14:03

Klarifikasi: Irwan Laisuri Bantah Dugaan Pungutan Program Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru, Tegaskan Sejak Awal Program Gratis

Monday, 29 June 2026 - 12:59

Tiang Listrik dari Pohon? Penampakan di Jalan Menuju Desa Suma Tinggi Jadi Sorotan Warga

Monday, 29 June 2026 - 05:52

GMKI Ternate Kecam Dugaan Pungli Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru

Berita Terbaru