Air Mata di Ujung Perpisahan: Ketika Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Rumah Kedua

Tuesday, 5 May 2026 - 08:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN—Ada perpisahan yang tidak pernah benar-benar siap kita hadapi. Bukan karena kita lemah, tetapi karena yang ditinggalkan terlalu bermakna. Itulah yang terasa dalam momen Pengukuhan dan Pelepasan Siswa-siswi Kelas XII MA Alkhairaat Labuha Tahun Ajaran 2025–2026—sebuah peristiwa yang lebih dari sekadar seremoni, melainkan perpisahan yang mengiris pelan hati siapa pun yang menyaksikannya.

Di balik senyum yang dipaksakan, tersimpan getar kehilangan. Di balik tepuk tangan dan ucapan selamat, ada air mata yang jatuh diam-diam. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Di sanalah mereka tumbuh, belajar, jatuh, bangkit, dan menemukan jati diri. Madrasah itu bukan hanya tempat menuntut ilmu—ia telah menjadi rumah kedua, tempat pulang bagi hati yang lelah.

Ketika satu per satu siswa melangkah ke depan, menerima pengukuhan kelulusan, sesungguhnya yang mereka terima bukan hanya tanda tamat belajar. Mereka menerima kenyataan bahwa hari-hari bersama akan segera menjadi kenangan. Bahwa tawa di kelas, teguran guru, dan canda bersama teman tak lagi bisa diulang dengan cara yang sama.

Pidato Kepala Madrasah terasa begitu dalam, seakan menampar kesadaran semua yang hadir. Bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Namun, sekuat apa pun pesan itu, hati tetap saja rapuh. Karena manusia bukan hanya makhluk yang berpikir, tapi juga merasa.

Tangis para siswa pecah tanpa bisa dibendung. Mereka menangis bukan karena takut masa depan, tetapi karena berat meninggalkan masa lalu yang indah. Ada pelukan yang terlalu erat untuk dilepaskan. Ada kata “terima kasih” yang terasa belum cukup diucapkan.

Orang tua yang hadir pun tak kuasa menahan haru. Mereka menyaksikan anak-anaknya berdiri di ambang kehidupan baru. Bangga, tentu. Tapi juga ada cemas yang tak terucap. Karena setelah ini, dunia tidak lagi sama—lebih luas, lebih keras, dan penuh tantangan.

Momen doa bersama menjadi titik paling sunyi sekaligus paling menyentuh. Dalam lirihnya doa, terselip harapan yang begitu dalam: semoga langkah mereka dimudahkan, semoga ilmu yang didapat menjadi cahaya, dan semoga mereka tidak lupa dari mana mereka berasal.

Perpisahan ini mengajarkan satu hal yang sering kita lupakan—bahwa setiap pertemuan selalu membawa konsekuensi perpisahan. Dan justru karena itu, setiap momen kebersamaan menjadi begitu berharga.

Hari itu, MA Alkhairaat Labuha tidak hanya melepas siswa-siswinya. Ia melepas kenangan, doa, harapan, dan potongan hati yang akan terus hidup dalam perjalanan anak-anak didiknya.

Dan mungkin, di antara air mata yang jatuh, terselip satu doa paling sederhana namun paling dalam:

Semoga kita dipertemukan kembali, dalam versi terbaik dari diri kita masing-masing.

Tim/red

Berita Terkait

Diduga Kontraktor PLN di Kasiruta Dalam Belum Bayarkan Sisa Gaji Pekerja, Karyawan Desak Hak Segera Dipenuhi
Masyarakat Desa Tawa Kompak Bantu PLN, Demi Impian Hadirnya Listrik di Kasiruta Timur
Disiplin Siswa Warnai Hari Keempat Ujian di SMP Negeri 29 Halmahera Selatan
Ketua Fraksi PKB DPRD Halteng: Akses Jalan Perkebunan Lembah Asri Dorong Kesejahteraan Petani
Kuasa Hukum: Harga Tanah Rp1.500/Meter oleh PT Budhi Jaya Mineral Dinilai Tak Masuk Akal
Sengketa Lahan Kembali Muncul di Kawasi, Herman Desak Bapak Raja Arifin Saroa dan Harita Group Kembalikan Lahan Anaknya
IPMS Desak Polres Halsel Bertindak: Empat Tuntutan Menggema, Soroti Dugaan Mandeknya Penanganan Kasus Warga Desa Silang
Siswa SMP Negeri 29 Halmahera Selatan Ikuti Ujian Akhir Sekolah dengan Semangat
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 8 May 2026 - 10:05

Diduga Kontraktor PLN di Kasiruta Dalam Belum Bayarkan Sisa Gaji Pekerja, Karyawan Desak Hak Segera Dipenuhi

Friday, 8 May 2026 - 06:18

Masyarakat Desa Tawa Kompak Bantu PLN, Demi Impian Hadirnya Listrik di Kasiruta Timur

Thursday, 7 May 2026 - 03:30

Disiplin Siswa Warnai Hari Keempat Ujian di SMP Negeri 29 Halmahera Selatan

Wednesday, 6 May 2026 - 14:40

Ketua Fraksi PKB DPRD Halteng: Akses Jalan Perkebunan Lembah Asri Dorong Kesejahteraan Petani

Tuesday, 5 May 2026 - 08:13

Air Mata di Ujung Perpisahan: Ketika Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Rumah Kedua

Berita Terbaru