Ternate – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate merilis peringatan dini tinggi gelombang yang berlaku sejak 18 November 2025 pukul 09.00 WIT hingga 21 November 2025 pukul 09.00 WIT. Informasi ini di dapat dari rulisan terbaru dari info bmkg maluku utara, turut didukung dan disebarluaskan oleh informalut.id agar masyarakat Maluku Utara dapat lebih siap dalam merencanakan aktivitasnya, terutama di wilayah pesisir dan pelayaran.
BMKG mencatat adanya kondisi angin gradien di utara ekuator yang bertiup dari arah Barat Laut menuju Timur Laut. Sementara itu, di selatan ekuator angin bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya. Pola angin inilah yang memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Maluku Utara.
Gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan berikut:
- Perairan Timur Kepulauan Halmahera
- Perairan Tenggara Morotai
- Perairan Timur Laut Morotai
- Perairan Halmahera Barat
- Perairan Barat Bacan
- Perairan Timur Obi
- Perairan Barat Daya Obi
Serta:
- Perairan Kepulauan Batang Dua
- Perairan Barat Laut Morotai
- Perairan Gebe
- Perairan Ternate
- Perairan Barat Kayoa
- Perairan Tenggara Obi
- Perairan Timur Sanana
BMKG menekankan agar nelayan, operator kapal kecil, serta masyarakat di wilayah pesisir lebih berhati-hati selama periode ini. Kondisi gelombang dapat berubah cepat seiring peningkatan kecepatan angin.
BMKG memberi panduan keselamatan:
Perahu nelayan perlu menghindari aktivitas melaut saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter.
Kapal tongkang disarankan tidak beroperasi jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan gelombang 1,5 meter.
Peringatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, pelaku perjalanan laut, serta sektor perikanan untuk merencanakan aktivitas secara lebih aman. Informasi yang disampaikan BMKG dan diperkuat melalui informalut.id menjadi dasar penting bagi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat di Maluku Utara.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG dan berbagai kanal resmi terkait, serta menunda aktivitas laut jika kondisi dinilai berisiko. Semakin dini informasi diperoleh, semakin baik langkah antisipasi dapat dilakukan. Stay safe, Maluku Utara!
Tim/red









