Ternate – Setiap 20 November, dunia merayakan Hari Anak Sedunia, sebuah momentum yang mengingatkan bahwa setiap anak di manapun mereka berada, berhak tumbuh dengan bahagia, aman, dan memperoleh kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Tahun ini, berbagai negara kembali menggelorakan semangat tersebut, termasuk UNICEF yang mengajak masyarakat global untuk ikut berpartisipasi melalui penandatanganan petisi, pameran, diskusi, hingga kegiatan kids takeover yang memberi ruang bagi anak untuk bersuara.
Di Maluku Utara, peringatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sesungguhnya sedang duduk di bangku-bangku kecil, bermain di halaman rumah, dan tertawa lepas di pelukan keluarga. Mereka adalah generasi yang membawa harapan.
Dalam sebuah percakapan ringan, seorang ibu bernama Yani menyampaikan pandangannya.
“Anak adalah amanah. Semoga anak-anak di Maluku Utara lebih dipedulikan,” ujarnya.
Ungkapan sederhana itu menggambarkan betapa besar harapan orang tua agar anak-anak mereka tumbuh di lingkungan yang penuh perhatian dan cinta.
Foto tiga anak yang tersenyum ceria ini seakan menjadi simbol dari pesan Hari Anak Sedunia: anak-anak berhak bahagia. Mereka duduk berdampingan, saling merangkul, dan menunjukkan energi polos khas dunia kanak-kanak. Di balik kesederhanaan itu, ada gambaran masa depan yang harus dijaga bersama.
Karena anak-anak adalah pewaris masa depan bangsa. Mereka membutuhkan ruang aman untuk belajar, bermain, dan bermimpi. Mereka butuh didengar, dihargai, dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, perhatian pada dunia anak justru harus semakin besar.
Momentum Hari Anak Sedunia mengajak siapa saja, orang tua, guru, komunitas, pemerintah, hingga masyarakat umum, untuk lebih terlibat dalam memastikan hak anak terpenuhi. Mulai dari memberikan kasih sayang, pendidikan layak, rasa aman, hingga kesempatan yang setara bagi setiap anak di Maluku Utara dan seluruh Indonesia.
Hari Anak Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi ajakan untuk terus menjaga dan merawat generasi penerus.Karena anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia esok hari.
Tim/red









