Warga Desa Bahu Keluhkan Biaya Ambulans Laut Puskesmas Mandioli Selatan yang Dinilai Membebani

Sunday, 7 December 2025 - 00:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, infomalut.id — Warga Desa Bahu menyampaikan keluhan terkait tingginya biaya pengoperasian ambulans laut milik Puskesmas Mandioli Selatan di Desa Jiko. Setiap pasien yang harus dirujuk ke RSUD Labuha disebut dibebankan biaya bahan bakar dalam jumlah besar, sehingga dinilai memberatkan masyarakat.

Menurut penuturan sejumlah warga, pasien rujukan—terutama ibu hamil yang hendak melahirkan—hampir selalu diminta menanggung pembelian bahan bakar hingga 5 galon atau sekitar 125 liter bensin. Jika dihitung berdasarkan harga pasar saat ini, biaya tersebut mencapai kurang lebih Rp 2.125.000.

“Biaya ini benar-benar memberatkan kami. Selain bensin, kadang juga dimintai uang rokok. Sudah terlalu berat bagi masyarakat, terutama yang kondisi ekonominya pas-pasan,” ujar salah satu warga Desa Bahu yang enggan disebutkan namanya.

Tingginya biaya tersebut membuat masyarakat enggan menggunakan fasilitas ambulans laut milik puskesmas. Warga lebih memilih menggunakan motor laut milik warga, meski fasilitasnya minim dan risiko perjalanannya jauh lebih besar.

“Dengan biaya sebesar itu, kami terpaksa pakai motor laut warga saja. Walaupun tidak aman seperti ambulans, tapi apa boleh buat, kami tidak mampu membayar,” keluh warga lainnya.

Warga mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung cukup lama, terutama untuk kasus rujukan ibu hamil ke RSUD Labuha. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan menertibkan praktik pembebanan biaya yang dianggap tidak wajar tersebut.

Karena itu, masyarakat Desa Bahu mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan untuk mengevaluasi kepemimpinan Kepala Puskesmas Mandioli Selatan serta memastikan pelayanan ambulans laut berjalan sesuai aturan tanpa memberatkan pasien.

“Kami berharap Dinas Kesehatan bisa melihat langsung kondisi kami dan memberi solusi. Jangan biarkan masyarakat kecil terus menanggung beban seperti ini,” tambah salah seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Puskesmas Mandioli Selatan untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait keluhan warga tersebut.

Tim/red

Follow WhatsApp Channel infomalut.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Loleo Diduga Tinggalkan Tugas Delapan Bulan, LSM KANe Desak Pemda Bertindak
Nelayan Asal Koititi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
Klarifikasi: Irwan Laisuri Bantah Dugaan Pungutan Program Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru, Tegaskan Sejak Awal Program Gratis
Tiang Listrik dari Pohon? Penampakan di Jalan Menuju Desa Suma Tinggi Jadi Sorotan Warga
GMKI Ternate Kecam Dugaan Pungli Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru
Warga Kawasi Klaim Kebun Rusak Akibat Kolam Sedimen Bendungan
Juara 1 JSO IPA Asal SMPN 1 HALSEL Terancam Gagal ke Nasional karena Kendala Biaya, Najlah Berharap Bantuan Pemda Halsel
Ketua BMS Malut Klaim Saksikan Langsung Dugaan Pengeroyokan FL di Mapolres Halsel, Sebut Kantongi Rekaman Video

Berita Terkait

Friday, 3 July 2026 - 05:03

Kades Loleo Diduga Tinggalkan Tugas Delapan Bulan, LSM KANe Desak Pemda Bertindak

Wednesday, 1 July 2026 - 04:24

Nelayan Asal Koititi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

Tuesday, 30 June 2026 - 14:03

Klarifikasi: Irwan Laisuri Bantah Dugaan Pungutan Program Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru, Tegaskan Sejak Awal Program Gratis

Monday, 29 June 2026 - 12:59

Tiang Listrik dari Pohon? Penampakan di Jalan Menuju Desa Suma Tinggi Jadi Sorotan Warga

Monday, 29 June 2026 - 05:52

GMKI Ternate Kecam Dugaan Pungli Pemasangan Listrik di Desa Geti Baru

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Opini

Agama, Akal dan Politik. 

Monday, 6 Jul 2026 - 15:03