TERNATE INFOMALUT.ID – Ombudsman RI Perwakilan Maluku Utara bersama PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Ternate memperkuat pengawasan distribusi dan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Langkah ini dilakukan menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait dugaan penyaluran BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Kota Ternate.
Penguatan pengawasan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang diadakan di Kantor PT Pertamina Fuel Terminal Ternate, Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Senin (29/6/2026). Ombudsman Rombongan dipimpin Kepala Perwakilan Ombudsman RI Maluku Utara, Iriyani Abd. Kadir, didampingi Keasistenan Pencegahan Maladministrasi. Mereka diterima Kepala Fuel Terminal Ternate, Giyanto, bersama Sales Area Manager Retail, Candra Dion Sidabariba.
Iriyani mengatakan, rapat koordinasi ini merupakan langkah pencegahan maladministrasi dalam pelayanan distribusi dan penjualan BBM bersubsidi, khususnya Pertalite.
Menurutnya, Ombudsman menerima informasi terkait antrean panjang di SPBU Batu Anteru yang diduga dipicu praktik pengisian Pertalite dalam jumlah besar menggunakan kendaraan bertangki modifikasi. BBM tersebut kemudian diduga dijual kembali kepada pengecer.
“Praktik seperti ini bertentangan dengan ketentuan yang diatur dalam regulasi BPH Migas maupun Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diatur melalui UU Cipta Kerja. Bahkan terdapat ancaman sanksi pidana dan denda bagi pelakunya,” kata Iriyani.
Oleh karena itu, Ombudsman meminta Pertamina meningkatkan pengawasan terhadap SPBU, khususnya SPBU Batu Anteru, agar tidak melayani kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi sehingga penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala PT Pertamina Fuel Terminal Ternate, Giyanto, mengapresiasi langkah Ombudsman yang membangun koordinasi sebagai bentuk pengawasan pelayanan publik.
Menurutnya, masukan dari Ombudsman menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina dalam meningkatkan pelayanan distribusi BBM kepada SPBU di wilayah kerja Fuel Terminal Ternate.
Di sisi lain, Sales Area Manager Retail PT Pertamina Ternate, Candra Dion Sidabariba, menjelaskan, kenaikan harga Pertamax menyebabkan sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite sehingga konsumsi BBM bersubsidi meningkat.
Meski demikian, ia memastikan stok Pertalite di Maluku Utara masih dalam kondisi aman dan tidak terdapat potensi persembunyian.
Ia menjelaskan, pembelian Pertalite dilakukan menggunakan QR Code yang telah terdaftar, sehingga data kendaraan, nomor polisi, dan identitas pemilik telah terverifikasi. Namun, Candra mengakui pengawasan di lapangan belum dapat dilakukan secara terus-menerus sehingga masih terdapat celah terjadinya pelanggaran.
Oleh karena itu, Pertamina akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate, Polres Ternate, dan instansi terkait guna menjamin informasi yang disampaikan Ombudsman.
Selain itu, Pertamina juga mengusulkan pembentukan tim lintas instansi untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan mendadak di SPBU penyalur BBM bersubsidi.
“BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Karena itu pengawasannya harus diperketat agar penyaluran benar-benar tepat sasaran,” pungkas Candra
Penulis: Tim
Editor: Aji








