TERNATE INFOMALUT.ID — Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Barito, Kota Ternate, mengalami kenaikan yang cukup signifikan pasca penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena berdampak pada biaya belanja modal yang semakin besar, sementara daya beli justru masyarakat menurun.
Salah satu pedagang, Ani (40), mengatakan kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti tomat, rica nona, rica keriting, bawang merah, dan bawang putih. Menurut dia, menggerakkan harga tidak lepas dari naiknya ongkos distribusi dari petani maupun agen ke pasar.
“Setelah BBM naik, rica, tomat, bawang merah, dan bawang putih juga ikut naik. Karena kami ambil dari petani maupun agen, ongkosnya jadi sangat mahal,” kata Ani kepada Infomalut.id, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, harga eceran sejumlah komoditas hingga kini masih tergolong tinggi. Rica nona misalnya, dijual sekitar Rp150 ribu per kilogram, sedangkan rica keriting atau rica kribo berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram.
Peningkatan juga terjadi pada komoditas bawang. Ani menyebut, harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram sempat melonjak hingga Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram akibat minimnya stok di pasaran.
Saat ini, harganya masih bertahan di angka Rp100 ribu per kilogram. Sementara bawang putih dijual Rp80 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar Barito menunjukkan aktivitas jual beli juga ikut terdampak. Jika pada bulan-bulan sebelumnya pasar terlihat ramai, kini jumlah pembeli mulai berkurang seiring tingginya harga kebutuhan dapur.
Pedagang lainnya, Sri Maryati (67), mengaku kenaikan harga membuat belanja modal semakin besar. Di sisi lain, pembeli kini cenderung mengurangi jumlah belanja karena keterbatasan uang.
“Berpengaruh sekali. Pembeli sekarang ragu mau beli banyak karena uang tara cukup. Biasanya modal Rp5.000 masih dapat cukup, sekarang sudah berkurang jauh,” ujarnya.
Menurut para pedagang, salah satu pemicu utama kenaikan harga rampa-rampa adalah meningkatnya biaya distribusi setelah harga BBM naik. Selain itu, fluktuasi nilai juga ikut mempengaruhi ongkos logistik dari daerah pemasok ke Kota Ternate.
Keluhan serupa juga datang dari kalangan pembeli. Seorang warga berinisial L mengaku terpaksa mengurangi pembelian tomat, rica, bawang merah, dan bawang putih karena harganya terlalu mahal.
“Sekarang torang harus kurangi beli tomat, rica, dan bawang, karena harganya terlalu mahal,” singkatnya.
Penulis: Aji
Editor: Redaktur








