Ternate – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem yang berlaku selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 November 2025. Informasi ini diterima infomalut.id dari rilis terbaru Info BMKG Maluku Utara yang disampaikan oleh Prakirawan Muhammad Fauzi Bintiang S.Tr.
Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
BMKG menjelaskan bahwa adanya sirkulasi di bagian Timur Laut Halmahera menyebabkan belokan angin serta pertemuan massa udara di wilayah Maluku Utara. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan yang dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang terutama pada siang, sore, hingga malam hari.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak hujan intensitas sedang hingga lebat antara lain:
- Kabupaten Pulau Morotai
- Kabupaten Halmahera Utara (Galela, Tobelo, Kao, Malifut)
- Kabupaten Halmahera Barat (Loloda, Ibu, Jailolo, Sidangoli)
- Kabupaten Halmahera Timur (Maba, Buli, Wasile)
- Kota Ternate (Ternate, Batang Dua, Hiri, Moti)
- Kota Tidore Kepulauan (Tidore, Soffi, Oba)
- Kabupaten Halmahera Selatan (Kasiruta, Makian, Kayoa, Gane, Widi)
- Kabupaten Halmahera Tengah (Patani, Gebe, Weda)
- Kabupaten Kepulauan Sula (Mangoli)
- Kabupaten Taliabu
Potensi hujan ini terjadi pada tiga hari berturut-turut dengan sebaran yang bervariasi.
Gelombang Tinggi di Perairan Malut
Selain hujan lebat, BMKG juga mengimbau kewaspadaan terhadap gelombang tinggi mencapai 2 meter di beberapa wilayah perairan, khususnya:
- Perairan Morotai
- Laut Halmahera
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan, kapal kecil, serta transportasi laut antar-pulau.
Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti:
- Banjir
- Banjir bandang
- Tanah longsor
- Pohon tumbang
- Angin kencang
Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
“Selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang tercantum dalam informasi peringatan dini ini,” ujar prakirawan BMKG.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari BMKG serta pemerintah setempat. Kewaspadaan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi agar setiap aktivitas dapat dilakukan dengan aman. Semoga kondisi cuaca membaik dan seluruh masyarakat Maluku Utara tetap dalam keadaan aman dan terlindungi.
Tim/red








