TERNATE—Konferensi Daerah (Konferda) V Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ternate menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, dan generasi muda demi mendorong kemajuan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Gereja Imanuel Ternate, yang dikenal masyarakat sebagai Gereja Ayam, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, yang hadir mewakili Wali Kota Ternate.
Dalam sambutannya, Rizal menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Menurutnya, Kota Ternate merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat nilai toleransi dan persatuan.
“Keberagaman adalah kekuatan besar bagi Kota Ternate. Jika dirawat dengan baik melalui harmoni dan kebersamaan, maka pembangunan akan berjalan lebih maju dan damai,” ujarnya.
Rizal juga memberikan apresiasi kepada Gereja Protestan Maluku yang selama ini dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, damai, dan penuh kasih.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan kepemudaan.
“Pemerintah Kota Ternate selalu membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar pembangunan dapat berjalan inklusif, merata, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Konferda V AMGPM sendiri dipandang sebagai forum strategis untuk mengevaluasi program kerja periode 2020–2025, sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.
Rizal berharap hasil konferensi mampu melahirkan keputusan-keputusan yang bijak, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai organisasi kepemudaan gereja, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Ia pun mengajak seluruh kader AMGPM agar tampil sebagai pelopor dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Ketua AMGPM Daerah Ternate, Keegan Lopulalan, menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi gereja bukan soal kekuasaan, melainkan tentang pengabdian dan pelayanan kepada sesama.
Senada dengan itu, Bendahara Umum Pengurus Besar AMGPM, Metson Manuputty, berharap Konferda V dapat menjadi kompas arah perjuangan organisasi serta melahirkan kader-kader unggul bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
(Pimred Malut)









