TERNATE Infomalut.id — Pemanfaatan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan tren peningkatan. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah kunjungan peserta serta meningkatnya biaya manfaat yang disalurkan oleh BPJS Kesehatan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
Data tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ternate, dr. Meryta Oktaviane Rondonuwu, dalam kegiatan Media Gathering dan sosialisasi kanal layanan Program JKN yang digelar di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ternate, Rabu 17/6/2026.
Meryta menjelaskan, hingga 31 Mei 2026 peserta JKN di Maluku Utara dilayani oleh 271 fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jumlah tersebut terdiri dari 210 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 19 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit, serta 42 fasilitas penunjang seperti apotek, optik, dan laboratorium.
“Jaringan pelayanan kesehatan JKN di Maluku Utara terus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah dan berkualitas,” ujar Meryta.
Menurutnya, layanan pada tingkat FKTP diberikan melalui puskesmas, klinik pratama, dokter praktik perorangan, dokter gigi, hingga praktik bidan. Sementara layanan rujukan dapat diakses melalui rumah sakit kelas A hingga D yang tersebar di berbagai daerah di Maluku Utara.
Jumlah kunjungan peserta JKN di FKTP tercatat meningkat setiap tahun. Pada tahun 2023 sebanyak 727 ribu kunjungan, naik menjadi 831 ribu kunjungan pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 920 ribu kunjungan pada tahun 2025.
Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan di FKTP telah mencapai sekitar 405 ribu kasus.
“Untuk periode Januari sampai Mei 2026 saja, jumlah kunjungan di FKTP sudah mencapai sekitar 405 ribu kasus,” katanya.
Peningkatan juga terjadi pada layanan rujukan tingkat lanjut atau rumah sakit. Tingginya angka pemanfaatan layanan menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan haknya sebagai peserta JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan mencatat realisasi biaya manfaat JKN di Maluku Utara terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2023, biaya manfaat yang tersedia mencapai Rp408 miliar untuk sekitar 983 ribu kasus pelayanan. Angka tersebut meningkat menjadi Rp443 miliar pada tahun 2024 dengan sekitar 1,11 juta kasus pelayanan, dan kembali naik menjadi Rp492 miliar pada tahun 2025 dengan sekitar 1,03 juta kasus pelayanan kesehatan.
Hingga Mei 2026, biaya manfaat yang telah dikeluarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp227 miliar untuk ratusan ribu kasus pelayanan kesehatan di Maluku Utara.
“Realisasi biaya manfaat terbesar masih berada pada layanan FKRTL atau rumah sakit. Ini menunjukkan kebutuhan terhadap masyarakat pelayanan kesehatan lanjutan dan perawatan di rumah sakit masih cukup tinggi,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga memaparkan capaian Program JKN secara nasional sepanjang tahun 2025. Total biaya manfaat yang telah dipaparkan mencapai Rp190,3 triliun. Setiap harinya tercatat sekitar 2 juta pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta JKN atau setara 1.338 pemanfaatan per menit. Pelayanan tersebut didukung oleh 23.770 FKTP dan 3.194 FKRTL yang tersebar di seluruh Indonesia.
Meryta menambahkan, peningkatan pemanfaatan layanan dan biaya manfaat tersebut menjadi bukti bahwa Program JKN semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan akan terus berupaya memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, merata, dan sesuai kebutuhan.








