Ternate,infomalut.id— Puluhan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Ternate menggelar aksi mogok dan demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Ternate pada Senin pagi (11/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap keberadaan transportasi daring, baik roda dua maupun roda empat, yang dinilai menggerus pendapatan mereka.
Meski hujan mengguyur kawasan tersebut, para sopir tetap bertahan sambil meneriakkan tuntutan agar Pemerintah Kota Ternate segera mencabut izin operasional ojek dan mobil berbasis aplikasi.
Salah satu sopir yang enggan disebutkan namanya mengaku, sejak kehadiran ojek online, penghasilan mereka menurun drastis.
“Kami merasa sangat dirugikan. Penumpang beralih ke ojek online karena tarifnya lebih murah, sementara kami tetap harus menanggung biaya operasional harian. Kondisi ini tidak adil bagi kami,” ujarnya.
Para sopir juga menilai bahwa keberadaan transportasi online tidak sesuai dengan kondisi geografis Kota Ternate yang relatif kecil dan padat. Mereka khawatir, jika hal ini terus dibiarkan, banyak sopir angkot yang akan kehilangan mata pencaharian.
Dalam orasinya, para demonstran memberikan ultimatum kepada pemerintah daerah. Jika dalam waktu tiga hari tuntutan mereka tidak direspons, aksi serupa akan digelar dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kalau sampai tiga hari tidak ada keputusan, kami akan turun lagi dengan jumlah sopir yang lebih banyak,” tegas salah satu peserta aksi.
Aksi yang berlangsung di depan Kantor Wali Kota Ternate ini sempat menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama di sekitar lokasi, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Ternate belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para sopir. Namun, sejumlah petugas keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi kericuhan.
Para sopir berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah bijak untuk melindungi nasib para pengemudi angkot yang kini merasa tersisih akibat pesatnya perkembangan transportasi berbasis aplikasi.
Tim/red










