Kriminalitas Kota yang Semakin Pesat

Monday, 6 July 2026 - 03:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Oleh: Ufiyanti Umagap

Kriminalitas di kota merupakan salah satu masalah sosial yang hingga saat ini masih menjadi perhatian banyak pihak. Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, berbagai tantangan juga ikut muncul, termasuk meningkatnya tindak kejahatan. Selain itu, kota sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan pemerintahan selalu menjadi tujuan banyak orang untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, pertumbuhan penduduk yang sangat cepat sering kali tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, serta fasilitas sosial yang memadai. Akibatnya, kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai bentuk kriminalitas, seperti pencurian, perampokan, penipuan, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, hingga kejahatan berbasis teknologi.

Kriminalitas tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Seperti faktor ekonomi yang menjadi salah satu penyebab yang paling sering dikaitkan dengan meningkatnya angka kejahatan. Seseorang yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, tidak memiliki pekerjaan tetap, atau hidup dalam kondisi kemiskinan juga berisiko lebih besar melakukan tindakan yang melanggar hukum. Meskipun demikian, kemiskinan bukanlah satu-satunya penyebab kriminalitas karena banyak orang yang hidup sederhana tetapi mampu menjalani kehidupan dengan jujur. Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Kriminalitas merupakan salah satu bentuk masalah sosial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik ekonomi, pendidikan, maupun lingkungan sosial (Soekanto, 2012, hlm. 314). Oleh karena itu, penyebab kriminalitas perlu dipahami secara lebih luas dengan melihat berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Selain faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan juga dapat memengaruhi munculnya tindakan kriminal. Pendidikan tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan kesadaran hukum seseorang. Kurangnya pendidikan dapat menyebabkan seseorang sulit memperoleh pekerjaan yang layak dan kurang memahami dampak dari tindakan kriminal yang dilakukan. Di sisi lain, lemahnya pengawasan dari keluarga maupun lingkungan sekitar juga dapat membuat seseorang lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan yang negatif. Apabila lingkungan tempat tinggal dipenuhi dengan tindakan melanggar hukum dan masyarakat kurang peduli terhadap keamanan bersama, maka peluang terjadinya kriminalitas akan semakin besar.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru dalam dunia kriminalitas. Saat ini, kejahatan tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media digital. Penipuan daring, pencurian data pribadi, penyebaran informasi palsu, hingga kejahatan melalui media sosial menjadi ancaman yang semakin sering terjadi. Banyak masyarakat menjadi korban karena kurang memahami cara menjaga keamanan data pribadi atau mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan kriminalitas harus mengikuti perkembangan zaman dengan meningkatkan literasi digital masyarakat.

Kriminalitas memberikan dampak yang sangat luas bagi kehidupan masyarakat. Korban kejahatan tidak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga dapat mengalami trauma psikologis, rasa takut, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar. Masyarakat yang merasa tidak aman akan membatasi aktivitas mereka, terutama pada malam hari atau di tempat-tempat yang dianggap rawan. Kondisi tersebut juga dapat menghambat aktivitas ekonomi, menurunkan minat investasi, serta mengurangi kenyamanan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga keamanan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Upaya untuk mengurangi kriminalitas harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah perlu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan sosial, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat. Aparat penegak hukum juga harus bertindak secara profesional, tegas, dan adil dalam menangani setiap kasus kriminal agar memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Di samping itu, masyarakat dapat berperan aktif dengan menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, melaporkan tindak kejahatan kepada pihak berwenang, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kriminalitas di kota hanya dapat dikurangi apabila pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat bekerja sama untuk mengatasi berbagai penyebab munculnya kejahatan. Pemerintah harus mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan sejahtera. Kriminalitas tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan hukum semata, tetapi juga melalui upaya pencegahan seperti peningkatan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, penguatan nilai moral, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya kerja sama dari semua pihak, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan sehingga kota menjadi tempat yang nyaman untuk bekerja, belajar, berusaha, dan menjalani kehidupan dengan rasa aman.

Follow WhatsApp Channel infomalut.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Problem Kota: Ketika Kemajuan Tidak Selalu Menghadirkan Kesejahteraan
Agama, Akal dan Politik. 
Wajah Kota Ternate di Tengah Krisis Sampah
Problem Kota di Tengah Arus Urbanisasi dan Pembangunan
MAHALNYA BIAYA HIDUP KOTA DAN STRATEGI KELUARGA BURUH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK
Muktamar Ambon: Ketika KAMMI Disandera oleh Pertarungan Elit
Kenaikan BBM di Malut: Dampak pada Harga Pokok & Logistik Antarpulau
Mahasiswa IT Harus Berani Melampaui Zona Nyaman, Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Berita Terkait

Tuesday, 7 July 2026 - 08:32

Problem Kota: Ketika Kemajuan Tidak Selalu Menghadirkan Kesejahteraan

Monday, 6 July 2026 - 04:04

Wajah Kota Ternate di Tengah Krisis Sampah

Monday, 6 July 2026 - 03:05

Kriminalitas Kota yang Semakin Pesat

Monday, 6 July 2026 - 02:57

Problem Kota di Tengah Arus Urbanisasi dan Pembangunan

Saturday, 4 July 2026 - 12:35

MAHALNYA BIAYA HIDUP KOTA DAN STRATEGI KELUARGA BURUH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK

Berita Terbaru